Dalam dua dekade terakhir panggung teater Indonesia mengalami kemerosotan drastis dalam kuantitas pementasan bergaya realis, seiring dengan semakin banyaknya kemunculan “teater tubuh”. Sejumlah pengamat pernah menyatakan bahwa dalam teater kita telah terjadi krisis aktor.
Hal itu mengacu pada kenyataan bahwa tidak banyak aktor yang menunjukkan kepiawaian menghidupkan teks (dialog) dan membangun karakter. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kelangkaan lakon yang mengutamakan seni peran. Beberapa naskah jenis itu, yang sedikit jumlahnya, terlalu sering dipentaskan ulang tanpa menawarkan kesegaran.

Sehubungan dengan itulah Komunitas Salihara menyelenggarakan Sayembara Penulisan Lakon Realis.

Syarat-Syarat:

1. Tema bebas.
2. Ditulis dalam bahasa Indonesia.
3. Memperhitungkan durasi pementasan, antara 1 sampai 1,5 jam.
4. Tidak berbentuk monolog dan dibuat untuk dimainkan oleh maksimal 5 (lima) karakter/tokoh.
5. Belum pernah dipentaskan/diterbitkan sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun.
6. Naskah diterima panitia paling lambat pada tanggal 30 Juni 2010.
7. Pementasan perdana naskah pemenang menjadi hak panitia.
8. Nama dan biodata pengarang ditulis pada lembar terpisah dari naskah.
9. Naskah dikirim rangkap 4 (empat) dalam amplop yang ditulisi “Sayembara Penulisan Lakon Realis” di pojok kiri atas, ke:

Writers Marketing: COMPETENCY-CREDIBILITY

E-mail Cetak PDF

alam writers marketing, satu aksioma yang tidak bisa dibantahkan adalah “penulis adalah profesi”. Artinya, pekerjaan menulis dan pilihan untuk menjadikan menulis sebagai sumber ekonomi sama dengan profesi lainnya seperti dokter, guru, dosen, atau pengacara. Setiap orang yang memutuskan untuk serius menekuni sebuaj profesi, maka tidak bisa tidak dituntut untuk memiliki kompetensi atau kemampuan untuk melaksanakan profesi tersebut, baik kompetensi secara teoritis maupun secara praktis.

Anggaplah ada sebuah proyek buku fiksi yakni novel detektif yang ingin dikerjakan. Nah, pertanyaanya seberapa kompetitifkah kita untuk menggarap naskah jenis ini; Bagaimana pengetahuan tentang jenis-jenis senjata? Adakah data tentang lembaga intelejen di negara atau lokasi yang dijadikan setting? Apa tingkatan kepangkatan para agen di lembaga intelejen yang akan ditulis? Apakah kasus yang akan diungkap berkaitan dengan teknologi, seberapa cakap kita menguasai praktik teknologi yang akan dipakai dalam cerita tersebut? Dan sederet pertanyaan lainnya yang mungkin dan pasti muncul ketika akan menggarap naskah tersebut.

Banyak penulis (pemula) yang menjumpai kesulitan dalam mengerjakan naskah novel detektif. Atau pengalaman yang sama untuk menggarap naskah lainnya, seperti menggarap naskah nonfiksi padahal selama ini terbiasa menulis naskah fiksi. Atau yang belum apa-apa sudah beranggapan bahwa menulis fiksi itu juah lebih mudah dibandingkan menulis nonfiksi, atau sebaliknya.

Namun, ada banyak cara juga untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul. Ini tergantung dari usaha seseorang dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan. Misalnya, masih berkaitan dengan menulis novel detektif, membeli buku-buku intelejen, buku direktori senjata, menonton DVD atau film bertema detektif, membaca novel-novel detektif, atau berselancar di dunia maya untuk mencari data yang dimaksud adalah sebagian cara yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk penulis pemula sekalipun.

Diharapkan dengan melakukan ini sang penulis akhirnya memiliki kompetensi yang memadai untuk menulis dan menghasilkan sebuah naskah novel detektif, meski tema naskah yang dihasilkan tersebut adalah pengalaman pertama. Bahkan jika naskah itu dalam proses atau sudah selesai, adalah pilihan bijak jika bertanya kepada anggota kepolisian, anggota BIN, tentara khusus, anggota Interpol, atau pengamat intelejen sebagai pembaca pertama dan sumber ilmu yang bisa digali lebih jauh. Dengan demikian penulis akan mendapatkan sudut pandang pengalaman dari orang pertama yang bergelut dalam kasus-kasus kriminal.

Selanjutnya...
 

Lomba Jurnalistik LKBN ANTARA - Danone Aqua

E-mail Cetak PDF

Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Danone-Aqua menggelar lomba karya tulis jurnalistik bagi seluruh wartawan, kontributor dan koresponden resmi dari berbagai media di Indonesia.

Tema: "Air Adalah Kebaikan Alam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan".

Tujuan lomba juga memberikan edukasi publik mengenai karakteristik air minum yang terbaik dan memotivasi masyarakat agar aktif berperan serta menjaga ketersediaan air.

Direktur Komunikasi Perusahaan Danone Troy Pantau mengemukakan, kerjasama lomba karya jurnalistik tidak mengharuskan wartawan mencantumkan nama Danone, meski pihaknya menyediakan beragam data untuk memperkuat tulisan yang akan dibuat.

Selanjutnya...
 

9 Kesalahan Penulis

E-mail Cetak PDF

Ini memang bukan mencari-cari kesalahan dari penulis atau penulis pemula ketika berhubungan dengan penerbit, redaksi, maupun klien lainnya, tetapi hal tersebut bisa berakibat kesan tidak baik bagi mereka.

Tidak punya database
Banyak naskah yang akhirnya markir di tong sampah! Kenapa? Karena naskah-naskah tersebut tidak sesuai dengan keinginan penerbit, sudah ada buku atau artikel yang diterbitkan, dan tidak sesuai tema. Bayangkan kalau penulis mengirim naskah tentang SMS Cinta sementara penerbit tersebut sudah menerbitkan 4 buku soal SMS Cinta. Tentu 100 persen dipastikan naskah kita ditolak.

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 24 Januari 2010 21:52 ) Selanjutnya...
 

10 RAHASIA MENGIRIM NASKAH MELALUI EMAIL

E-mail Cetak PDF
1. Pastikan Alamat Email benar
Lihat sekali lagi alamat surat elektronik atau email tujuan benar. Sistem QWERTY di keyboard komputer memungkinkan seseorang salah dalam menulis kata. Perhatikan, sebagai misal saja, huruf ‘b’ dengan ‘n’ berdampingan, kesalahan menekan tombol ‘b’ ketika seharusnya Anda ingin menekan ‘n’ bisa menyebabkan email Anda salah alamat tujuan. Apalagi jika alamat email redaksi tujuan kombinasi antara huruf dan angka, contohnya Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya pasti membuat banyak penulis –mungkin termasuk Anda—yang sulit menghafalnya. Jangan menduga, sebaiknya Anda memastikan bahwa setiah huruf atau angka yang digunakan di email tersebut benar adanya.

2. Email pribadi redaksi atau email resmi perusahaan?
Sudah bukan rahasia lagi bila email resmi perusahaan penerbitan akan berisi puluhan bahkan ratusan email setiap harinya. Baik email yang bersifat pribadi, bertanya di mana bisa mendapatkan buku tertentu, mendapatkan edisi cetak koran sebulan lalu, atau email yang isinya mengirimkan naskah seperti yang Anda lakukan. Nah, ada baiknya Anda berkenalan dengan pihak redaksi yang menjadi penanggung jawab jenis naskah yang akan Anda kirim. Selain akan memotong jalur birokrasi email naskah, juga membuat kiriman naskah Anda akan aman sampai ke tujuan.
3. Jika mengirim ke email pribadi
Tentu yang namanya email pribadi adalah email yang sifatnya pribadi. Mengirimkan naskah ke email pribadi jelas adalah intervensi peruntukkan email. Tetapi jika Anda ingin melakukan itu, segeralah meminta izin kepada yang bersangkutan. Bisa melalui email, sms, atau telepon. Katakan bahwa Anda akan mengirim naskah ke email pribadi dan jangan lupa untuk menyelipkan kata maaf karena menggunakan email pribadi.

4. Taruh dalam daftar alamat email
Semua fasilitas email menyediakan penyimpanan alamat email tujuan. Paraktiknya, setiap Anda mengirimkan email kepada seseorang atau penerbit, maka secara otomatis setelah email terkirim akan muncul kotak permintaan apakah alamat email tujuan akan disimpan atau tidak. Pergunakan fasilitas ini untuk menyimpan semua alamat email penerbit atau redaksi penerbit. Selain memudahkan Anda untuk menemukan alamat email, juga meminimalkan kesalahan alamat email tujuan.
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 24 Januari 2010 23:38 ) Selanjutnya...
 
Baner

Produk Menulisyuk : CD Handbook

Dapatkan dua paket cd ini hanya seharga Rp 125.000 dan bebas ongkos kirim ke seluruh Indonesia. Segera hubungi redaksi@menulisyuk.com

Lowongan

LOWONGAN MENULIS BUKU DI SALSABILA KAUTSAR UTAMA SALSABILA KAUTSAR UTAMA adalah sebuah penerbit yang khusus menghadirkan buku fiksi yang mengandung n... Read more...
 
GAGASMEDIA MENCARI PENULIS Ayo, siapkan tulisan kamu segera untuk dikirimkan ke penerbit. Desk Nonfiksi Populer GagasMedia menc... Read more...
 
Lowongan di Majalah KARTINI JOB VACANCY MAJALAH KARTINI mengajak SDM yang sehat jasmani & rohani, berakhlak terpuji, kom... Read more...
 

Kaver

m-senja_yang_menghilang.jpg

Partners

Polls

Alasan Anda membeli buku?
 

Kutipan

“The good writer, the great writer, has what I have called the three S's: the power to see, to sense, and to say. That is, he is perceptive, he is feeling, and he has the power to express in language what he observes and reacts to.” [Lawrence Clark Powel, Writer and Critic, 1906-2001]

Special Features

Tentang Pengelola Tentang Pengelola Arul Khan- Freelance Writer, Editor, R...
 
Butuh Jasa Menulisyuk? Butuh Jasa Menulisyuk? Jika Anda berminat segera hubungi MENULI...
 
CD Writers Handbook CD Writers Handbook Melengkapi keperluan Anda sebagai seoran...